Album Kenangan 李中南

Selamat datang di website Mengenang Almarhum Lie Tiong Lam “懷念李中南先賢 "

Rabu, 29 Januari 2014

占碑李府鳴謝特告

 占碑李府鳴謝特告:
李中南,于(新加坡时间)晚上八时十六分 ">公元二O一四年元月三日,我們的父親李中南,於(新加坡時間)晚上八時十六分在新加坡鷹閣醫院離世了,噩息傳開,親戚朋友及時趕來醫院幫父親的遺體移至新加坡的殯儀館做收殮善後處理。由印尼佔碑及雅加達的親友幫忙租用專機,甚至隨同專機到新加坡迎接,次日經Selecta機場將靈柩運回佔碑,抵達佔碑機場時安溪公會治喪互助人員及其它公會的理事和朋友到機場接機,我們非常感謝你們的辛勤勞累,使之順利將靈柩運到佔碑安溪公會殯儀館治喪。停靈七日期間,政府官員各族群及各華社其他不同籍貫人士、社團賢達及親戚朋友對我們父親的愛戴,佔碑前任省長、現任省長、市長、軍區司令、憲兵長、
會議員、東丹絨惹孟縣長等官員前來哀悼,我們表示衷心地哀謝。中國福建安溪僑辦歸國華僑聯合會、安溪縣委統戰部、世界安溪聯誼會、安溪縣海外聯誼會;世界聯誼大廈發展有限公司致來唁電、唁函。此外中國福建蓬萊仙境官會李氏宗親會、雅加達、泗水、巨港等安溪基金會、同鄉會登報表哀悼、佔碑中華基金總會、各社會團體、親戚朋友陸續登報​​,孔教會等宗教、佛堂及親友送來敬輓、輓軸、花牌,花圈,賻儀等隆情厚意,我們再一次對社會各界親戚朋友表示最誠摯的謝意!我們代表母親,代表我們全家,向來自安溪的道士們,來自中國莆田、新加坡、馬來西亞、雅加達、棉蘭、三寶壟、巨港、楠榜、巴東、北幹、峇淡等地的鄉親及朋友特來參加葬禮。佔碑各界人士、中華基金總會和各社團的領導及理事,父老鄉親、親戚朋友,你們在百忙之中前來參加,安溪公會領導舉行追悼會弔唁儀式與先父遺容告別,並熱誠參加了送葬,直到安溪墳場安息地,謹此向你們表示最誠摯的謝意! 家父於九日下午已經入土為安,居喪期間每天非常繁忙,出殯場面熱烈隆重,順利進行,這一切全靠安溪公會治喪委員會、各區互助人員盡心盡力,超煩勞累、協助治喪工作,對您們這種互助精神和無私的協助,深感激動,我們成為占碑人感到榮幸,身為安溪人感到自豪,我們再次表示萬分的感謝,最後,祝大家身體健康,事事順利!佔碑李鴻章、鴻輝、鴻文、鴻興、鴻鳴、鴻德泣上

2014年1月10日於占碑

Kamis, 09 Januari 2014

Berita Gou Ji Re Bao


Ratusan Masyarakat Jambi Antar Jenazah Lie Tiong Lam

 JAMBI - Sejumlah warga Tionghoa Jambi, Kamis (9/1) siang terlihat ratusan warga masyarakat dari berbagai suku dan agama turut menghantar  jenazah almarhum Ketua Dewan Kehormatan  MATAKIN Provinsi Lie Tiong Lam (李中南) ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Bumi Langgeng tempat pemakaman khusus masyarakat Tionghoa yang berlokasi di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.
Diawali kendaraan Polisi Lalu Lintas (voorrijder) melakukan pengawalan rombongan kendaraan pengantar jenazah kepemakaman Bumi Langgeng, selain itu terdapat pengawalan dari Denpom membunyikan sirine untuk meminta pengguna jalan lain memberi jalan terhadap ratusan kendaraan roda empat dan roda dua serta puluhan kendaraan gede dari Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Jambi, yang diketuai  Sutrisno mengiringi mobil jenazah.

Terlihat ikut menghantar almarhum Lie Tiong Lam terdiri dari tokoh masyarakat, para pelaku bisnis Jambi seperti Sukirman Johan, Roni Attan, Robin, Rozak, ketua-ketuan perkumpulan sosial kematian Jambi, tokoh keagamaan diantaranya Ketua Matakin Provinsi Jambi (video) Darman Wijaya beserta jajaran, Ketua Walubi Provinsi Jambi Usdi, ketua Makin se-kota Jambi.

 “Saya dan beberapa teman ikut mengantar jenazah beliau, karena Lie Tiong Lam 李中南 bukan hanya milik orang masyarakat Tionghoa, beliau adalah milik masyarakat Jambi,” kata Yuda.
Menurut Surijaty Aminan Sekretaris ANXI Pusat yang datang bersama bersama rombongan mengatakan Lie Tiong Lam merupakan sosok yang ramah dan aktif dalam membina Perkumpulan suku Hokkien di Jambi, beliau selalu ikut dalam berbagai kegiatan baik di dalam perkumpulan Anxi Indonesia maupun Anxi yang berada di luar negeri, “Kita sangat kehilangan seorang tokoh yang begitu banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat Jambi”.

Semoga arwah Bapak Lie Tiong Lam (video) diterima di sisi Tien Yang Maha Esa sesuai dengan amal bajiknya, Kami turut berduka cita yang mendalam. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Doa Mengantar Janazah Di Pimpin 3 Taoshe Dari Tiongkok

JAMBI - Ada salah satu tradisi Tionghoa yang dilakukan sebelum mengantarkan keluarga yang sudah meninggal (jenazah) ke pembaringan terakhir (9/1).

Saat masih disemayamkan di Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (Anke), digelar sembahyang Suan Keng. Acara ini dihadiri oleh ratusan warga Tionghao Jambi yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah.
Menurut Js. The Lien Teng, rohaniawan Khonghucu Jambi bahwa ritual Suan Keng diartikan sebagai doa. Doa yang dipanjatkan kepada jenazah yang akan dimakamkan atau dikremasi. Tujuannya untuk mengirimkan doa kepada jenazah sebagai bentuk penghormatan baik dari keluarga, teman, saudara maupun rekan bisnis.

"Ada banyak tahapan dalam sembahyang yang dilakukan sehingga jenazah bisa mendapatkan kebahagiaan di alamnya, "ujarnya disela sela kesibukannya mengikuti ritual.
Acara Suan Keng yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Lim Tek Chong Taoshe (Pembina Khonghucu Jambi) dan disampingi oleh dua Taoshe yang sengaja di undang langsung dari Tiongkok (China). Selain itu ada dua rohaniawan yang memainkan alat musik gendang dan terompet.

Doa-doapun dipanjatkan. Namun ritual Suan Keng hanya dikhususkan untuk para keluarga seperti anak, menantu dan cucu. Anak dan menantu menggunakan pakaian berwarna putih sedangkan cucu menggunakan pakaian biru.

Semua keluarga membakar gaharu dan mengikuti seluruh rangkaian doa yang dipimpin oleh Taoshe. Prosesi acara memakan waktu lebih dari satu jam. Doa-doa terus dikumandangkan, sedangkan para tamu yang hadir menunggu dihalaman perkumpulan.

Setelah acara penghormatan terakhir kepada almarhum Lie Tiong Lam dilaksanakan khusus oleh anggota keluarga, ritual dilanjutkan dengan penghormatan oleh para tamu yang hadir. Satu persatu tamu membakar garu lalu memberikan penghormatan didepan altar.

Dilanjutkan dengan penghormatan bunga. Ini merupakan oleh teman, rekan bisnis ataupun dari berbagai marga dan yayasan yang ada di Jambi melalui rangkaian bunga yang sudah disusun rapi.

“Ini sebagai simbol penghormatan bahwa dengan bunga tersebut kita sebagai orang yang telah mengenal beliau sangat berduka dengan kepergiannya,” tuturnya.
 
Upacara Suan Keng (doa) yang dilakukan Lim Tek Chong Taoshe di Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) (9/1) merupakan kali pertama dilakukan di Provinsi Jambi.

 “Sebelumnya tidak pernah ada ritual Suan Keng yang dipimpin langsung oleh tiga Sai Kong dari Tiongkok, Cina,” ujar The Lien Teng, rohaniawan Konghucu Jambi yang ikut mengiringi ketiga Sai Kong melaksanakan sembahyang.

Salah satu warga Tionghoa yang turut hadir. acara ini dianggap cukup besar karena harus mengundang tiga Taoshe dari Cina dan dilaksanakan selama lebih kurang satu jam.

“Selama saya di Jambi, belum pernah melihat ritual seperti ini saat menjelang memakamkan jenazah. Ini baru yang pertama kali. Ini karena yang meninggal dunia adalah salah satu tokoh Tionghoa yang sangat dihormati dan disegani,” ujarnya.

Memang, ritual Suan Keng ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya di Jambi. Umumnya, jenazah yang akan dimakamkan hanya didoakan dan disembahyangkan oleh keluarga dan handai tolan seperti doa pada umumnya. Namun sedikit berbeda, kali ini doa yang disampaikan harus diiiringi dengan alunan musik yang terdiri dari terompet dan gendang. Juga alunan doa doa yang disampaikan oleh tiga Taoshe yang menggunakan pakaian serba merah.

“Pihak keluarga sengaja mengundang para Taoshe dari Tiongkok karena tidak semua orang memiliki kemampuan seperti mereka dalam memimpin doa menjelang pemakaman. Inipun memiliki makna bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Semoga dengan ritual ini, arwah beliau bisa merasakan hidup berbahagia di alamnya nanti,”tambah Js. The Lien Teng. 

Duka Cita Dari Umat Khonghucu Indonesia, melalui jenjang sosial Facebook “Cinta Jambi”
Semoga arwah Bapak Lie Tiong Lam diterima di Rumah Sentosa di haribaan kebajikan Tian sesuai dengan amal bajiknya! Kami turut berduka cita yang mendalam.
* www.ayojambi.com/

3 Taoshe Dari Tiongkok Pimpin Doa Mengantar Janazah

JAMBI - Sejak pagi Rumah Duka Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) di Jalan Untung Suropati (Puncak) Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi (9/1) sudah ramai, kedatangan masyarakat pagi itu untuk melihat prosesi sembahyang Suan Keng (doa) yang pertama kali dilakukan Taoshe dari Tiongkok sembari untuk mengantar jenazah almarhum Lie Tiong Lam ke tempat peristirahatan terakhir.
Pukul 08.20 prosesi diawali Suan Keng (doa) dimulai, dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Lim Tek Chong Taoshe (Pembina Khonghucu Jambi) dan disampingi oleh dua Taoshe yang sengaja di undang langsung dari Tiongkok (China). Selain itu ada dua rohaniawan yang memainkan alat musik gendang dan terompet.

Upacara dipimpin oleh Lim Tek Chong Taoshe dibantu beberapa asisten yang sengaja didatangkan dari China. Prosesi Suan Keng merupakan kali pertama dilakukan masyarakat Jambi untuk memberikan doa kepada orang meninggal, kalau Suan Keng sudah umum di lakukan di China.

“Sebelumnya tidak pernah ada ritual Suan Keng yang dipimpin langsung oleh tiga Sai Kong dari Tiongkok, Cina, ujar The Lien Teng, rohaniawan Konghucu Jambi yang ikut mengiringi ketiga Sai Kong melaksanakan sembahyang.

“Pihak keluarga sengaja mengundang para Taoshe dari Tiongkok karena tidak semua orang memiliki kemampuan seperti mereka dalam memimpin doa menjelang pemakaman. Inipun memiliki makna bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Semoga dengan upacara ini, arwah beliau bisa merasakan hidup berbahagia di alamnya nanti,”tambah Js. The Lien Teng. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Malam Terakhir Jenazah Almarhum Lie Tiong Lam Disemayamkan

JAMBI – Malam ini marupakan malam terakhir tokoh terkemuka masyarakat Tionghoa Jambi yang wafat di Singapure, diperkirakan yang datang melayat almarhum Lie Tiong Lam mencapai ratusan orang dari berbagai suku yang ada di Jambi, mereka datang menyampaikan duka cita kepada keluarga yang ditinggali dan mereka juga berdo’a agar almarhum Lie Tiong Lam bisa ditempatkan disisi Tuhan YME.
T
idak ada yang tidak kenal dengan Almarhum Lie Tiong Lam (Ramli), nama besar Lie Tiong Lam bukan saja dikenal oleh warga Jambi, melainkan Lie Tiong Lam banyak dikenal oleh Suku Hokkien (ANXI) baik yang berada di Indonesia maupun di manca negara, terutama di China. Buktinya malam ini rombongan ketua Hokkien (ANXI) sengaja datang dari Jakarta, ada yang datang dari Surabaya dan Palembang.

Diperkirakan besok yang akan menghantar almarhum ketempat pemakaman bisa lebih dari seribu orang, sehingga panitia menyediakan beberapa bus besar dan iringan-iringan bisa mencapai 2 km. jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi di Jalan Untung Suropati (Puncak), Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi pukul 13.30 Wib. (Romy)

“Selamat jalan sesepuh saysrakat Jambi yang tercinta, tidak ada orang yang kedua seperti engkau (Lie Ting Lam) yang membedahkan orang kaya mapun orang miskin”
* www.ayojambi.com/